RAPUH TULANG, TBC TULANG, PARU-PARU AKUT

Moerty Wibowo, 47 tahun, Solo

 

     Sekitar 4 tahun yang lalu, Moerty mengalami sesuatu yang sangat menganggu ditubuhnya. Setiap kali ke dokter, dianggapnya hanya penyakit biasa, hanya diberi obat-obatan penghilang rasa sakit. Kemudian penyakit ini semakin berkembang, semakin lama semakin parah.

     Saya terpaksa pulang ke Solo, karena keluarga sebagian besar ada di Solo. Saat itu saya sama sekali tidak bisa bergerak. Tubuh ini tidak bisa dibaringkan, karena tulang punggung terasa sakit sekali. Saya harus dudduk dengan di kiri dan di kanan tubuh diganjal dengan bantal, agar tidak bergerak. Saya pun harus tidur dengan posisi duduk seperti itu.

     Namun, saya juga tidak berani tidur, karena sudah pasti setiap bangun tidur, tubuh akan terasa sakit. Terakhir, dokter mendiagnosa, saya menderita TBC Tulang. Kemudian, saya juga divonis menderita paru-paru kronis. Saya pun diberikan obat paru-paru. Saya pun sempat diopname di RS selama seminggu, tetapi setiap diberi obat, malam langsung demam.

     Kondisi tulang saya semakin rapuh. Akibat terparah adalah tulang punggung saya patah, setelah sekitar 6 bulan menderita, karena rapuhnya. Saya pun sudah hampir putus asa. Betapa tidak, saya sempat mengalami kelumpuhan selama 4 bulan. Seluruh anggota badan tidak bisa digerakkan. Anggota badan yang terakhir tidak bisa digerakkan adalah tangan.

     Saya hanya bisa berkomunikasi saja. Suara pun berubah menjadi lebih cempreng, berat tubuh turun drastis. Karena saya tidak bisa makan, walaupun ingin. Hanya satu sendok setiap makan. Kulit perut dan punggung sudah hampir menempel, karena kurusnya. Berat turun dari 45 kg menjadi hanya 35 kg. tinggi badan juga turun sekitar 5 cm.

     Ada sebersit harapan, karena penderitaan saya mirip dengan penyakit keropos tulang.

     Kemudian, sepupu saya menawarkan mengkonsumsi KALSIUM Tianshi. Tetapi, saat saya minum, 1 sachet, besok pagi badan saya sakit luar biasa, selama dua hari derita ini saya rasakan. Sempat berhenti, kemudian karena ingin sembuh, saya teruskan sambil menahan sakit. Saya konsumsi pagi dan sore masing-masing 1 sachet.

     Bersyukur, setelah seminggu, tubuh pun sudah bisa dibaringkan walaupun miring. Sebulan kemudian bisa berbaring terlentang. Setiap bulan selalu ada perubahan. Yang lebih hebat lagi, penyakit saya yang lain seperti maag dan lever, juga menghilang.

     Setelah 6 bulan terapi dengan produk-produk Tianshi, saya kembali ke Jakarta, dan berusaha Bengkel yang sempat saya tinggalkan. Kini, saya cukup fit untuk melakukan aktivitas. (Majalah Award Kesaksian)*